Sejarah Desa

Pada mulanya ditengah tengah desa ada sebuah pohon besar atau wong jowo mengatakan ada karangan yang sangat besar yang dikeramatkan atau di pundi pundi bahwa karangan tersebut kemudian lama kelamaan dibentuk sebuah nama desa dan nama desa tersebut diberi nama desa “Karangaji’’.

Sebagai pencetus nama desa Karangaji yaitu Mbah Bonaji. Desa Karangaji dilahirkan kurang lebih tahun 1885oleh Mbah Bonaji. Kemudian timbul sebuah pertanyaan mengapa desa Karangaji wilayah pertanian luas sekali ? hal itu dikarenakan pada waktu itu Mabah Bonaji punya ide yang sangat cemerlang dengan membuka lahan pertama kali tidak dengan membabat tapi dengan membakar sehinggga hasil bakaran /langes yang menyebar sejauh manapun menjadi wilayah desa Karangaji hingga mencapai 410 Ha (Luas lahan pertanian 369 Ha dan sisanya Pemukiman ).

Kemudian Mbah Bonaji wafat dan dimakamkan di Masjid Terboyo Semarang .Kemudian timbul pertanyaan kok tidak dimakamkan di Desa Karangaji Kok di Semarang ? Karena pada waktu itu Mbah Bonaji kegiatan Mbah Bonaji adalah sebagai seorang pedagang dan pada saat berdagang di Kota Terboyo Semarang Mbah Bonaji wafat .Dengan wafatnya Mbah Bonaji Kepemimpinan desa Karangaji dilanjutkan oleh para santrinya secara berurutan antara lain : Syeh Abdurrohman , Mbah Nurobeji,Bapak H.Abdurrokhim, Bapak Karto rejo, Bapak H.Imam, Bapak H.Adnan dan santri penerus terakhir adalah Bapak Kaswawi.

Kemudian Pada tahun 1950 – 1969 baru ada pemilihan petinggi yang pertama kali di desa Karangaji dan dimenagkan oleh Bapak H.Afandi. Dan pada pemilihan petinggi yang kedua dilaksanakan pada tahun 1972 di menangkan oleh Bapak H.Nasukha kemudian dilanjutkan pemilihan petinggi secara berurutan sebagai berikut :

  • Bapak H.abdullah Said (PJ) * 1987 – 1988
  • Bapak samsul Hadi * 1988 – 1998
  • Bapak Masrukhan * 1998 – 2007
  • Bapak Mufaiduddin,S.Pd * 2007 – 2013
  • Bapak Abdillah Fadlol,S.Pd * 2013 – Sekarang